SELAMAT DATANG DI PUSKESMAS SINDANG

KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU

SKM & Infografis

Data Survei & Informasi Kesehatan

Berita Terbaru

Kabar & Kegiatan Puskesmas

Layanan
Dari Kami

Lihat Semua

Pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)

Selengkapnya

Pelayanan Kesehatan Lingkungan (Kesling)

Selengkapnya

Pelayanan Klaster 2 (Kesehatan Ibu dan Anak)

Selengkapnya

Pelayanan Klaster 3 (Dewasa dan Lansia)

Selengkapnya
Beranda / Berita / Panduan Lengkap Pencegahan Stunting untuk Ibu Hamil: Nutrisi dan Perawatan di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Panduan Lengkap Pencegahan Stunting untuk Ibu Hamil: Nutrisi dan Perawatan di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Februari 06, 2026
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK

Panduan Lengkap Pencegahan Stunting untuk Ibu Hamil Nutrisi dan Perawatan di 1000 Hari Pertama Kehidupan


PUSKESMAS SINDANG, Indramayu – Pencegahan stunting, masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak, harus dimulai sejak dini bahkan sebelum seorang anak lahir. 

Berdasarkan pemaparan oleh Bidan Susan dari Puskesmas Sindang dalam sebuah edukasi publik, kunci utama dari upaya nasional ini terletak pada pundak Ibu Hamil

Periode kritis yang dikenal sebagai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, menjadi benteng pertama dan terpenting dalam melindungi generasi mendatang dari risiko stunting.

Dalam edukasi yang dihadiri oleh peserta dari Ibu Darmayukti Karini Cabang Indramayu pimpinan Ibu Dian Anggraini Yogi Dulhadi,SE.

Bidan Susan Susilawati dan Ahli Gizi Akbar Nurfalah menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang kurang. 

Ibu Hamil, pencegahan stunting, 1000 Hari Pertama Kehidupan, nutrisi ibu hamil, golden period, ASI eksklusif, MPASI, pola asuh

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan tetapi juga perkembangan otak anak,” kutip Bidan Susan. Artinya, dampaknya permanen dan mempengaruhi masa depan anak dalam belajar, berprestasi, dan bahkan produktivitasnya kelak. 

Di sinilah peran sentral Ibu Hamil muncul. Asupan nutrisi yang diterima janin sejak dalam kandungan merupakan fondasi awal yang menentukan kualitas pertumbuhannya.

“Yang perlu dipahami adalah tentang asupan nutrisi gizi seimbang,” tegas narasumber. 1000 HPK adalah periode emas (golden period) yang mencakup pemberian nutrisi seimbang dan menjaga sanitasi lingkungan, dimulai dari masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, hingga anak menginjak usia dua tahun. 

Ibu Hamil yang kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan salah satu jalan awal menuju stunting.

Ahli Gizi Akbar Nurfalah menambahkan, kebutuhan makro dan mikro nutrien seperti protein, zat besi, asam folat, zinc, dan berbagai vitamin harus terpenuhi optimal selama kehamilan. Pola makan beragam dengan porsi yang cukup menjadi kunci. 

Ibu Hamil, pencegahan stunting, 1000 Hari Pertama Kehidupan, nutrisi ibu hamil, golden period, ASI eksklusif, MPASI, pola asuh

“Nutrisi Ibu Hamil, ASI eksklusif hingga MPASI yang tepat serta pola asuh bagi anak dan Ibu Hamil memegang peranan penting,” jelasnya. Dukungan pola asuh yang baik, termasuk pemantauan kesehatan ibu dan janin secara rutin ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, adalah bagian yang tak terpisahkan.

Sebuah poin penting yang kerap disalahpahami masyarakat adalah perbedaan antara stunting dan perawakan pendek (cebol). 

Narasumber menjelaskan, “Yang membedakan stunting dan cebol yaitu anak yang sudah didiagnosa stunting cara berpikir/otaknya mengalami keterlambatan, tetapi pada anak cebol, cara berpikir otaknya bisa cerdas bahkan jenius seperti anak yang normal.” 

Ini menegaskan bahwa indikator stunting adalah gangguan perkembangan kognitif yang irreversibel, bukan hanya ukuran fisik. Oleh karena itu, intervensi gizi spesifik bagi Ibu Hamil dan bayi adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.

Edukasi yang digelar di Kantor Pengadilan Negeri Indramayu ini menjadi contoh upaya konkret membawa pengetahuan kesehatan langsung ke masyarakat. Peserta yang hadir, termasuk dari Dharma Wanita setempat, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan informasi kritis ini, khususnya kepada para calon ibu dan Ibu Hamil di lingkungan terdekat mereka.

Kesimpulannya, memutus mata rantai stunting adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran individu, terutama para Ibu Hamil

Dengan memanfaatkan golden period 1000 HPK melalui konsumsi gizi seimbang, pola asuh yang penuh perhatian, dan dukungan sistem kesehatan dari fasilitas seperti Puskesmas Sindang, target Indonesia bebas stunting bukanlah hal yang mustahil. 

Setiap langkah positif yang diambil selama kehamilan adalah langkah pasti menuju generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.*

Bagikan Artikel ini: