SELAMAT DATANG DI PUSKESMAS SINDANG

KECAMATAN SINDANG KABUPATEN INDRAMAYU

SKM & Infografis

Data Survei & Informasi Kesehatan

Berita Terbaru

Kabar & Kegiatan Puskesmas

Layanan
Dari Kami

Lihat Semua

Pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)

Selengkapnya

Pelayanan Kesehatan Lingkungan (Kesling)

Selengkapnya

Pelayanan Klaster 2 (Kesehatan Ibu dan Anak)

Selengkapnya

Pelayanan Klaster 3 (Dewasa dan Lansia)

Selengkapnya
Beranda / Berita / Waspada Diabetes Melitus! Menkes Soroti Pola Makan Masyarakat dan Tingginya Kasus di Jawa Barat, Jawa Tengah, & Jawa Timur

Waspada Diabetes Melitus! Menkes Soroti Pola Makan Masyarakat dan Tingginya Kasus di Jawa Barat, Jawa Tengah, & Jawa Timur

Januari 20, 2026
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK

Berita,Info Kesehatan,Menteri Kesehatan,diabetes, gejala diabetes, cek kesehatan gratis, Menkes Budi Gunadi Sadikin, penyakit gula,


PUSKESMAS SINDANG, Indramayu - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara tegas menyoroti ancaman diam-diam yang mengintai kesehatan masyarakat Indonesia: penyakit diabetes melitus. 

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (19/1/2026), Menkes menyebutkan bahwa tingginya angka penyakit ini tidak lepas dari pola hidup masyarakat yang gemar mengonsumsi makanan dan minuman manis, ditambah dengan sikap abai terhadap pemeriksaan kesehatan rutin.

Gula: Biang Kerok Segala Penyakit

Dalam paparannya yang gamblang, Menkes Budi menyebut gula sebagai "mother of all diseases" atau induk dari segala penyakit. "Didiemin kita rasa sehat. Orang Indonesia suka gitu kan? Nggak diapa-apain kena ginjal, kena mata, kena stroke, jantung, segala macam penyakit keluar," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa diabetes sering kali datang tanpa gejala signifikan di awal, namun komplikasinya mematikan dan merusak berbagai organ vital.

Peringatan ini bukan tanpa dasar. Data konkret justru muncul dari hasil program pemerintah sendiri, yaitu Cek Kesehatan Gratis (CKG). 

 Melansir temuan Kemenkes, provinsi-provinsi dengan kontribusi kasus diabetes tertinggi justru berada di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. 

Fakta ini mengindikasikan bahwa masalah ini sangat akut di wilayah dengan populasi padat dan kemungkinan besar terkait erat dengan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup perkotaan.

Data CKG Mengungkap Fakta Mengkhawatirkan

Lebih detail, Menkes mengungkap angka yang mengundang keprihatinan. Dari peserta CKG yang terdiagnosis diabetes, hanya 295.048 orang yang kondisi gula darahnya terkendali. 

Angka ini dinilai Menkes sangat rendah dan mengindikasikan masalah serius dalam penanganan. "Ini sedang ada masalah, ini sedang kami cek kenapa rendah sekali," katanya.

Yang lebih memprihatinkan lagi, dari sekian banyak pengidap diabetes, hanya 6.736 orang yang terkendali setelah mendapatkan obat seperti metformin. Artinya, mayoritas pasien belum mencapai target pengobatan yang ideal. 

"Ini yang tahun ini akan kami masifkan," tegas Menkes, menandai komitmen untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan pengawasan.

Strategi Ke Depan: Pengawasan Ketat dan Intervensi Cepat

Menyikapi temuan tersebut, Kementerian Kesehatan akan mengambil langkah lebih agresif. Fokus utama adalah pada pengawasan ketat terhadap para pengidap diabetes yang terdata. 

Kebijakan baru akan diimplementasikan: begitu ditemukan gejala-gejala awal risiko kardiovaskular pada pasien diabetes, intervensi pengobatan akan diberikan secepatnya.

"Langsung kami obatin, sehingga tidak usah masuk rumah sakit, tidak usah stroke, tidak usah kena serangan jantung," jelas Menkes Budi. 

Pendekatan ini bertujuan mencegah komplikasi berat yang tidak hanya menyengsarakan pasien tetapi juga membebani sistem kesehatan nasional. Pencegahan komplikasi dinilai lebih cost-effective dibandingkan mengobati penyakit stadium lanjut.

Pesan untuk Masyarakat: Ubah Pola Hidup, Rajin Cek Kesehatan

Sorotan Menkes ini hendaknya menjadi alarm bagi seluruh lapisan masyarakat. Ancaman diabetes nyata dan dekat. 

Pola konsumsi gula berlebihan, baik dalam minuman kemasan, kue, makanan olahan, atau camilan, adalah pintu masuk utamanya. Ditambah dengan gaya hidup sedentari (kurang gerak), risiko semakin meningkat.

Oleh karena itu, PUSKESMAS SINDANG, Indramayu - mengimbau warga untuk mulai membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memanfaatkan program seperti Cek Kesehatan Gratis yang disediakan pemerintah. 

Deteksi dini adalah kunci. Selain itu, mengadopsi pola makan seimbang dengan mengurangi asupan gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak aktivitas fisik, adalah langkah praktis yang dapat dilakukan mulai hari ini untuk menjauhkan diri dari ancaman diabetes dan komplikasinya yang mengerikan.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, tampaknya akan terus mendorong program promotif dan preventif, sembari memperketat pengawasan kasus. Kolaborasi antara kesadaran individu dan sistem kesehatan yang responsif menjadi harapan untuk menekan laju "ibu dari segala penyakit" ini di tanah air.*

Bagikan Artikel ini: