Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan stigma kusta masih tinggi akibat minimnya informasi kesehatan yang diterima masyarakat luas. Ia menyebut kurangnya edukasi membuat kusta terus dianggap sebagai penyakit menakutkan.
“Tantangannya paling besar, nomor satu kusta ini jadi stigma. Kenapa stigma? Karena informasinya tidak pernah jelas sampai ke masyarakat,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa kusta bukan penyakit yang patut ditakuti. Ia menjelaskan penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri, dapat disembuhkan, serta memiliki tingkat fatalitas yang sangat rendah.
“Ini bukan kutukan. Ini penyakit yang disebabkan bakteri, memang menular, tapi penularannya lama. Penyakit ini sudah ada obatnya dan pasti sembuh dan bahkan setelah minum obat kurang dari seminggu, sudah tidak menular lagi,” ucap Menkes Budi.
Ia pun menegaskan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk takut jika terpapar penyakit kusta. Dalam kesempatan itu, Budi menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengeliminasi kusta di Indonesia pada awal dekade 2030-an.
“Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk takut jika terkena penyakit ini. Target kami mau eliminasi, kalau tidak bisa 2030, ya 2032. Kalau tidak bisa, 2035,” ujar Budi menjelaskan.
Karena itu, Kemenkes menggandeng Sasakawa Foundation milik Yohei Sasakawa dalam penyediaan obat dan dukungan pendanaan. Ini dilakukan untuk mempercepat pencapaian target tersebut.
“Sasakawa-san membantu secara langsung dan juga lewat WHO untuk memastikan obat tersedia karena ini sangat penting dan efektif. Kami juga dibantu tambahan pendanaan,” ujar Budi.
Sementara, Sasakawa juga berencana mengunjungi Indonesia hingga enam kali dalam setahun. Sasakawa menyatakan komitmennya untuk mendampingi Indonesia dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.
“Menteri Kesehatan sudah menunjukkan komitmen kuat. Kami ingin membantu agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi yang menjadi isu hak asasi manusia terkait penyakit ini,” kata Sasakawa.
Sumber berita : https://rri.co.id/kesehatan/2109688/menkes-kusta-bukan-kutukan-bisa-disembuhkan